Minda Rasa Jiwa Chikbi

Share to obtain more…Serenity.Courage.Wisdom


Dalam menjalankan tugas sebagai ejen pastinya ada menemui ‘rejection’. Pelbagai rejection yang kita akan temui.

Rejection lembut.  ( cakap baik-baik dengan kita )

Rejection keras. (baling kertas ke muka kita ataupun halau kita)…(tak pernah kena ker?)

Rejection mengelak. (saya busy la…! @ I tengah meeting ni… @ I nak cepat ni @ saya dah ada banyak insurans (motor)..))

Rejection menunda. ( call saya lepas raya)

Pelbagai situasi yang diberikan bakal pelanggan dalam usaha mereka untuk tidak mahu bertemu kita. PROSPEK begitu pandai memberi rejection seolah-olah mereka telah menghadiri kelas rejection selama 4 tahun dan mempunyai IJAZAH dalam hal me’reject’ ejen.. hi hi.. betul kan?

Jangan jadikan ini alasan untuk diri sendiri untuk TAKUT menghadapi rejection. Rejection is the nature of this business. You just have to know how to handle it smartly and confidently.

Walaubagaimana bunyinya sesuatu rejection itu, ia pasti berlegar dalam 4 kategori ini saja.





Tugas seorang ejen hanyalah mengenalpasti samada rejection itu adalah genuine ataupun tidak.  Dan rejection yang dikemukakan itu adalah alasan atau bantahan. Kemudian barulah dikemukakan jawapan yang sesuai untuk mengendalikan ‘rejection’ itu.

Namun, REJECTION yang sebenar-benarnya datang dari dalam diri sendiri. We give up too soon too many times. Before you give the very best in your sales presentation, you reject yourself fearing that the prospect would not like you, would not like the plan you are going to share, would not like the tone of your voice, the clolor of your skin….dan banyak lagilah rejection yang sendiri perasan ajer… ITULAH rejection terawal yang sangat perlu ditangani sebelum keluar bertemu prospect. Don’t go out and see people if you’re feeling negative. Otherwise, you’ll be wasting your very good chance to close the sales.

From my not so wide experience, if we give the very best in our presentation, ready to see the prospect, have a positive mindset, dress the best attire, smell like a breeze, love ourselves  more than anyone else and wear the most  confident and cute face we have, we’ll close the sale without any difficulties. The prospect will always ask a few things to make sure that they’re signing up for the best deal. And if we handle the question wisely, the sales will be in our safe hands.

Berikut saya kongsikan beberapa skrip jawapan untuk rejection.

NO NEEDsaya rasa buat masa sekarang ini saya tidak perlukan takaful.

– Benar cik AISYAH, ramai orang yang saya temui pun cakap macam ni. walaubagaimanapun, seperti yang cik AISYAH beritahu tadi bahawa cik AISYAH pada hari ini adalah seorang yang sihat, tiada kecacatan dan tidak mengalami sebarang penyakit kritikal, betulkan cik AISYAH? (diam..tunggu jawapan cik AISYAH)

– Jikalah pada hari ini keadaan kesihatan cik AISYAH adalah sebaliknya; iaitu cik AISYAH disahkan mengidap penyakit kritikal (nauzubillah) atau ditimpa kemalangan dan lumpuh, ADA TAK mana-mana syarikat TAKAFUL yang akan terima cik AISYAH sebagai peserta atau pelanggan? (diam dan tunggu jawapannya lagi)

– Jadi, hari ini merupakan hari yang sangat bertuah untuk cik AISYAH membuat satu komitmen yang sangat baik untuk kehidupan cik AISYAH dunia dan akhirat. Sebab itu saya katakan this is a golden opportunity for you. Kebetulan hari ini cik AISYAH is in a very good condition dan bertemu dengan saya. SAYA adalah agent yang sangat bersedia untuk memberikan servis terbaik sekiranya cik AISYAH yang ditimpa musibah. Tetapi saya selalu doakan client saya sihat sejahtera selalu. Takaful ini hanya sebagai persediaan. Perlindungan yang sebenarnya datang dari ALLAH.

Walaupun bantahannya adalah NO NEED tetapi jawapan yang diberikan ini meliputi NO TRUST dan NO HURRY.

Well, a good presentation ada semuanya sekali..and it is a process of convincing the prospect to trust you, to like you, to agree with you all the way, from the beginning until the end.

Well then, I wish you all the best in this career. Just believe in yourself more. The result will come your way. FIGHTING!!!


The 4 Things I Do Consistently to Be More Productive

We, agents desperately want to be more productive. Here are tips to help us to be more productive.

The 4 Things I Do Consistently to Be More Productive 

-by Osman Hameed

No matter what you do, doesn’t it seem like there are not enough hours in the day?

That’s where I was a couple years ago. I used to pull all-nighters, and was working 7 days a week to finish all my tasks. I simply had no time to spare.

That’s when I came across David Allen’s book “Making It All Work”. It totally opened my eyes. It helped me understand that life was not about working more but about working productively. From that point onward, I started fixing my habits and developing certain skills that would make me as productive as possible.

The strategies which I learned along the way are what I hope to share with you today.

Here are the 4 main things I do consistently to be more productive.:

1. I Don’t Multitask

The greatest “executioner of my productivity” was that I had convinced myself that I was multitasking — and therefore was doing work faster.

Was I ever wrong.

Multitasking is not a real thing. What you are really doing when you are (apparently) multitasking is going back and forth between two separate tasks. So rather than giving 100% to one task at a time you are going back and forth between tasks, giving each task a monumentally less amount of focus. This simply means that you end up doing both tasks at less than 100% — and you gain a whole lot of stress and tension.

Multitasking: A nice way to say that you’re doing many different things at the same time. And since no one can divide by zero, that means you’re doing many different things half-assed. — UrbanDictionary.com

2. Break Things Down

Okay…so imagine a really large meatball. Got it? Good.

According to animal instincts, the best way to eat it is to put the entire thing in your mouth and chew. Do that and you will be chewing and swallowing for the next 10 minutes.

Sensibly and productively speaking, the best and fastest way to eat the meatball is to cut it into smaller pieces so that you can take in as much as your mouth can handle, and swallow it in less than no time.

This same rule applies to life.

You are only able to handle so much at one time. If you try to take on a task too big all at once, you will only get clogged up and slowed down. But if you break it down into more manageable pieces, you’ll find that you will be able to finish the task a lot faster.

“Break things down into little steps and they become possible. Repeat them, and they become learned.” – David Landowne

3. Prioritize Your Tasks

You are craving a chocolate bar…or a client is waiting for your proposal.

Which one is more important?

Unfortunately, thousands of people find themselves in similar situations every day. You have to learn to automatically prioritize things that are more important. This way rather than wasting energy and time, you will focus on these particular things and get them done faster. This will make you more stress-free and will greatly boost your productivity.

4. No Distractions

Sometimes I wonder how much time people end up wasting by:

  • Checking email
  • Checking their cellphones
  • Idly chatting with their colleagues
  • Surfing the web

All of these things (among others) will make you very unproductive. So when it gets down to finally getting work done, turn off or remove all distractions. Just get rid of them.

“Work is hard. Distractions are plentiful. And time is short.” – Adam Hochschild



Salam Eidulfitri. Ramadhan telahpun berlalu. Kita semua juga telah diberi kurnia hari kemenangan, hari konvokesyen setelah melalui satu fatrah ujian dalam bulan Ramadhan. Mudah-mudahan segala yang dibentengi dan dilazimi dalam ramadhan, semangat beribadahnya melimpah ke bulan-bulan seterusnya sehingga kita berjumpa ramadhan yang akan datang. Seperti kita biasanya mengikuti kem motivasi atau mendengar ceramah motivasi.. sepanjang berada di dalam program, semangatnya, keinsafannya.. fullamaklah..sangatlah tip top… jika terus menerus diamalkan.. berbaloilah pelaburan ke kem itu..jika terbiar, maka macam masuk angin keluar asaplah.. begitu juga ramadhan kan? Betul tak kawan-kawan..?

Di akhir ramadhan yang lalu saya sempat mengikuti kuliah Dr. Khairudin Abdul Malek. Berikut adalah nota kuliah yang berbaloi dikongsi di sini…


And whoever obeys Allah and His Messenger and fears Allah and is conscious of Him – it is those who are the attainers. (winners) – AnNur : 52

Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion. – Ali Imran : 185

Ucapan syahadat “Tidak ada Tuhan yang aku sembah, melainkan Allah.” Diiringi lagi dengan ucapan “Dan Muhammad adalah Rasul Allah,” adalah satu kontrak penjualan diri, yang menyebabkan seluruh diri sudah diserahkan kepada Allah. Sekali sudah berkontrak dengan Dia, kita tidak lagi boleh menandatangani kontrak lain. Kehidupan adalah seluruhnya untuk Dia dan kematian nanti untuk menemuiNya. Dimana sahaja, dalam semua keadaan, segala tumpuan hidup adalah untuk mencari keredhaan Allah.

Dapatlah disimpulkan bahawa seorang muslim yang ertinya menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, belumlah bererti kalau hidup hanya semata-mata

  1. mencari rezki yang halal,
  2. tekun solat lima waktu,
  3. menjaga diri jangan berbuat dosa,
  4. tidak mengganggu orang lain, dan
  5. puasa di bulan Ramadhan

Ramai yang menyangka dengan amalan Islam yang egoistic, dan sekadar mementingkan diri dan keluarga sendiri, membaca wirid ini dan ayat itu, Surah Yasin di malam Jumaat, ayat Kursi ketika hendak tidur, akan segera masuk syurga.

Itu belumlah cukup kerana Islam yang demikian tidaklah menimbulkan API (kehebatan).

Tetapi kewajipan seorang muslim adalah lebih luas dan manfaatnya perlu lebih merata. Seseorang Muslim wajib aktif dan prihatin!

Dia wajib berusaha membahagiakan dirinya dan membahagiakan orang lain. Pelihara dan perjuangkan tertegaknya syariat dalam Negara. Mencari harta benda sebanyaknya dari yang halal lalu dinafkahkan untuk membela kepentingan ummat dan menolak bahaya yang mengancam. Segenap kekayaan yang ada, baik kekayaan harta, atau kepetahan lidah, atau ketajaman pena, harus dipergunakan untuk membahagiakan ummat, menghembuskan nafas yang hidup, bukan nafas mati. Menyeru kepada kebajikan, menentang kebatilan dan kezaliman, walaupun kerana itu dia mati. Sebab kadang-kadang menuntut keadilan itu meminta pengorbanan jiwa.

Solat, puasa, zakat, haji dan amal soleh yang lain bukan semata amalan yang beku. Solat berjemaah beramai-ramai di waktu subuh dan amalan yang lain bukanlah tujuan tetapi jalan untuk mendidik jiwa menjadi besar sehingga sanggup memikul amanah hidup dan berbuat yang mulia. Jiwa bertambah besar dan besar lagi, tidak tersangkut dan terikat oleh perkara-perkara remeh sehingga hidup yang hanya sebentar singgah di dunia akan meninggalkan kesan berpanjangan, beratus kali lipat ganda daripada umur yang dilalui. Sehingga walau jasmani telah mati, namun dia tetap hidup dari abad ke abad. Dan setelah dia meninggal dunia, pastilah dia berhak duduk menjadi tetamu Allah, bersama Nabi-nabi, Rasul-rasul dan Siddiqin serta Syuhada dan Solehin.

O you who have believed, what is [the matter] with you that, when you are told to go forth in the cause of Allah , you adhere heavily to the earth? Are you satisfied with the life of this world rather than the Hereafter? But what is the enjoyment of worldly life compared to the Hereafter except a [very] little. – At-Tawbah :38


so, have you found your reasons?

Sudahkah kita menemui sebab untuk berjaya; berusaha bersungguh-sungguh berjuang dalam bidang muamalat ini?

Jika belum.. inilah sebab yang harus kita pegang untuk meningkatkan usaha, memperbaiki diri, menambah ilmu dan bulat hati. SEBAB KITA MUSLIM YANG TELAH BERKONTRAK DENGAN ALLAH.

Mudah-mudahan ia menjadi Hujah ketika bertemu Rabbul Jalil.


Another 3F

Formula1.Ferrari. Fernando Alonso

 Pada tahun 2003, untung saya kerana dapat 2 tiket free bernilai RM1200 x 2 untuk menyaksikan Formula Grand Prix di Sepang. Dengan ‘dungu’nya saya pergi ke sana bersama seorang kawan….. terasa betul-betul seperti rusa masuk kampung. Kami bawa bekal sandwich dan air. Ternyata amat berbaloi persediaan makanan kerana harga makanan dan minuman di sana.. mak aiii.. memang 5 kali ganda kut….
Perlumbaan dimulakan tanpa saya ketahui apakebendanya formula1 ni..macamana, apa, bagaimana, siapa.. sebijik habuk pun saya tak tahu.. dah la pakai penyumbat telinga.. sekejap-sekejap kereta lumba formula berwarna merah, perak,kuning, biru silih berganti lalu dihadapan saya… malangnya.. saya tak tahu kaedah nak mengetahui siapa di depan siapa pula di belakang.. selepas lebih kurang 2 jam.. tau tau dah habis..huu huu..
Saya pulang dengan perasaan ditutup bercampur-campur. Kabur kerana sangat tidak tahu apa yang berlaku. Terkejut kerana seolah-olah tidak berada di Malaysia. Budaya di dalam Sepang Circuit seumpama bukan berada di Malaysia. Ia didominasi oleh Mat Salleh dan orang-orang Malaysia yang suka nak pilih gaya hidup Mat Salleh.. dan saya membuat keputusan, saya tidak akan datang lagi ke Sepang Circuit kerana suasana yang saya tidak suka ini. Bimbang kalau-kalau meninggal di sini.. aduh… bagaimana nasib saya.

Namun, saya kemudiannya belajar bagaimana Formula1 digelar formula1…saya belajar untuk menyukai dan menyokong penuh seseorang. Seseorang bernama Fernando Alonso walau apa team pun yang dia sertai. Walau menang atau kalah dalam perlumbaan. I will support him. Just to share the spirit of fighting for a championship. Ya.. banyak yang kita boleh pelajari dari seorang ahli sukan yang sangat determine.
Setakat yang saya tahu di dalam bahasa mudah. Formula1 memerlukan setiap perincian dan perkiraan yang sangat teliti. Bermula dari enjin yang mempunyai reliability dan performance. Rekabentuk kereta yang mesti aerodinamik. Team mekanik yang boleh diharap; cekap dan pantas ketika perlumbaan serta zero mistake ketika penyediaan kereta. Pemilihan tayar yang sesuai dengan cuaca dan suhu litar serta decision making ketika perlumbaan yang tepat dan menguntungkan. Kemudian, jika semua ini ada pada tahap optimum. Mestilah ada pemandu yang ‘resistance’, yang sangat fokus, yang tidak mudah ‘patah hati’ ketika kegagalan menimpa, yang cekap dan berani mengambil risiko.
Saya pilih untuk sokong Fernando Alonso kerana bagi saya dia adalah seorang pemandu yang ‘lengkap’. Ketika dia ketinggalan di belakang, dia tidak gelabah bahkan sentiasa positif untuk berada di hadapan. Berilah kepada dia kereta apa pun..believe me. He could the deliver the best result out of it. Ketika nasib malang dalam perlumbaan menimpa, dia tetap bertahan dan berfikir tentang kejayaan yang menanti di hadapan bukan kegagalan yang ditempuhi di belakang. Fokus untuk pastikan segala halangan dan peristiwa negatif tidak mengganggu matlamat terakhirnya iaitu menjadi juara dunia sekali lagi. Dan ketika dia gagal juga menjadi juara dunia, masih ada lagi musim hadapan untuk terus mencuba.

Of course.. takaful is like racing cars. Mesti bermula pada petak mula “paling hadapan yang boleh” untuk pastikan kebarangkalian menang tinggi. Sepanjang perlumbaan mesti gigih, tekun, focus dan sentiasa melihat peluang untuk menang. Dan… istiqamah sepanjang musim supaya in the end.. kejayaan di malam award pasti membanggakan. Takaful Ikhlas akan mengadakan Award Dinner pada 14 Julai 2012 ini. Bertempat di KLCC. Tahniah kepada para pemenang. Saya..? very soon. I’ll be back on stage as usual. InsyaAllah.
Saya akan sentiasa mencontohi keteguhan hati, fokus dan kesabaran Fernando Alonso. Dia inspirasi saya untuk maju mencapai matlamat kejayaan hidup saya. Untuk terus memandang ke hadapan walau banyak sangat halangan. Tentulah Idola teragung pastinya Muhammad SAW.
Here is a footage about the determination of an athlete that could inspire us…


Sawaaadeekap. Masuk kut pintu keluaq kut tingkap…

I’m back.

This is a blog where agents could find most benefits. Others would puzzle. Ha ha.. anyway, hope that others would find benefits too.
insyaAllah. I ll try my best to be istiqamah.

Apa itu 3 F..
3 F merujuk kepada jenis agent yang menyertai industry takaful ini.
F yang pertama ialah FAST STARTER.
Ada orang menyertai bidang ini cepat memecut. Production naik laju je… takde nak sempat toleh kiri kanan…tau tau dah famous sangat di company. Mungkin… beliau datang dengan bakat..kemudian ada network yang bagus dan ramai.. dan ada kebijaksanaan…kemudian mungkin ada rupa dan gaya…. Maka…dengan approval dari agensi dan sedikit ilmu… beliau berjaya membawa masuk 20-30 kes sebulan…bulan pertama..kedua..ketiga…keduabelas…. mungkin jika bernasib baik masuk ke tahun kedua… jarang-jarang seorang FAST Starter akan masuk ke tahun kedua jika beliau tidak memiliki F yang kedua…
Adapun F yang pertama ini… bukanlah satu perkara yang negative..bahkan ia bagus untuk industry juga calon jutawan ini sendiri. Namun…yang hendak diperkatakan tentang FAST STARTER ini… jika beliau membiarkan kejayaan..kekayaan…dan ke’femes’an yang ‘instant’ itu menenggelamkan dirinya…maka tentu beliau akan lemas…. Kalau dah lemas…kemudian takdek sapa sudi nak hulur tangan angkat balik…memang lemas sungguh la…
Boleh juga terjadi… seorang FAST STARTER ini… tidak mampu bertahan walau satu tahun pun dek kehabisan ‘network’ yang kononnya baaaaaaaaaanyak sangat dibawa tu…. Kerana biasanya ‘network’ yang dikenali dahulu tidak kenal si polan ini kerana takaful..
Faktor lain yang menyebabkan seorang fast starter tidak mampu bertahan lama ialah kerana… jika seorang itu mula dengan laju atas sebab perasaan dia sangat berkebolehan dan tidak mahu datang training dan berbincang dengan leader sebab perasan terrer… beliau akan termasuk dalam situasi ‘buntu’ sooner or later..melayu kata cepaaattt..lambat laun… pasti kena.

Aduh… susahnya survive dalam career ini.. serba tak kena kan?
Anyway.. mari kita bicara tentang F yang kedua. F yang kedua akan menjawab persoalan…ini tak boleh..itu tak kena… habis tu… gimana sihhhh?

The second F is…a FOLLOWER
Kebanyakan leader… mencari F yang pertama tetapi dilengkapi F yang kedua. Of course. F pertama mempunyai segala kehebatan seorang WINNER. Berdikari. Bijaksana. Baaaanyak sumber. (3 B pulak)
Namun ia wajib dilengkapi sikap seorang pengikut. Setinggi mana pelajaran seseorang. Setebal mana ijazah. Sarjana muda bahkan PhD sekali pun. Tidak akan menjamin kejayaan dalam bidang ini. Hanyalah orang yang mampu ‘learn and relearn’..punyai mindset ‘empty glass’ saja boleh bertahan lama dalam bidang ini.
A follower bukan bermaksud seorang yang mengikut membuta tuli. Telah dibincangkan dalam banyak buku motivasi kejayaan. Untuk berjaya mesti ada 3 perkara – ilmu.mentor.sistem. your leader is your mentor. A leader sudah melalui laluan yang sukar terlebih dahulu. Melalui kejayaan dan kegagalan terlebih dahulu. Dan seorang leader pastinya tidak mahu anak didiknya gagal. Bak kata UNGU – percaya padaku..hingga akhir waktu… la la la…
A follower datang dengan pelbagai pakej, rupa dan gaya. Tetapi sikap yang paling best ada pada seorang follower ialah – supporter. Believer. I RA RAR.
I Responsible.Accountable for my Roles.Action.Result.
Mudah-mudahan seorang follower selalu berjalan di muka bumi ini dengan doa restu seorang guru untuk kejayaannya.. best kan?
Kejayaan pula bukan diukur dengan production. Semestinya bukan. Apatahlagi bidang ini adalah bidang takaful – bidang dakwah.jihad ummah. Kejayaan bukan milik peribadi. Kejayaan orang biasa-biasa ialah kejayaan seorang diri. Kejayaan orang luar biasa ialah membawa orang lain berjaya bersamanya. Bravo!
Lastly a FAILURE..
This is a job not for everybody. Hanya yang punyai ketahanan diri dan kuat azam saja yang boleh survive. A failure is someone who comes to this industry. Doing all the best he could. Attending all trainings and meetings..but still have no significant result. Sonang kato eh.. takdo rezki. Bukan bidangnya..bukan orangnya. Jika dah cuba. Dan cuba. Dan cuba. Dan cuba lagi. Dah seribu orang dijumpai. Tapi tak juga dapat rentaknya. Berhentilah. Ceburilah bidang lain. Sini bukan tempat kamu. Jangan buang masa lagi.


Bila masuk bulan ogos ja.. saya mula teringat satu sesi kisah benar yang saya benar-benar alami sendiri… kisah ini diceritakan berkali-kali terutama kepada anak-anak menakan yang memang suka berkumpul dengar chikbi punya story.. (belum cerita hantu lagi yek..)

Malam 31 ogos 2000. Malam ogos tahun millennium. Ramai sungguh manusia nak celebrate merdeka tahun ini. Saya nak balik kampong. Tiket jam 12 tengah malam. Keluar tunggu teksi jam 9 lagi. Setelah hampir 2 jam menunggu. Tiada teksi yang muncul. Barulah sedar…wrong timing la… jangan balik kampong malam merdeka. Jalan KL sosak benar. Takde teksi sudi hantar… adumak….

Dalam resah gelisah menunggu teksi. Dari seberang jalan, muncul seorang jejaka berketurunan Cina. Dengan pelat bahasa ibundanya yang pekat, dia bertanya. ‘kak, tunggu bas ho? Saya mau pigi kotaraya, bas nombor berapa mau naik?’

‘tak. Saya tunggu teksi. Naik je bas apa semua sampai kotaraya’.. dan dia pun beredar jauh sikit ja dari kami berdua. Kemudian, patah balik semula.

‘kak, jam pukul berapa?’… ‘pukul 10 lebih’.. Saya mula mengarahkan kawan saya bersedia memegang beg..juga bersedia untuk apa jua kemungkinan…
kemudian dia mundar mandir.. satu kali….dua kali… tiga kali… dia kelihatan tegas menuju ke arah kami….

Hampir 2 langkah sebelum sampai betul-betul di hadapan saya, kedengaran bunyi pisau lipat mengeluarkan bilahnya.. klik…

“JANGAN GELAK! LOMPAK!”… tak sempat nak gelak la… terus menjerit sekuat hati.. ‘LARIIIII…..!!!!’ lari ke arah jalan supaya kenderaan yang datang dapat menyelamatkan kami. Dia mengejar separuh jalan.

Setelah beberapa kenderaan memperlahankan kelajuan.. dia mengalah. Agaknya itu kes rompakan kali pertama seumur hidupnya.. saya nampak dia terkejut dengan suara dan tindakan saya. Eh..you tak tau ye I ada black belt kaler coklat taekwondo…? Achewah.. allah jua yang menyelamatkan saya.

Mujur selepas itu teksi pun datang. Kami sempat naik bas…tetapi terpaksa berlari 3 kilometer ke puduraya kerana kesesakan dan masa berlepas tinggal 10 minit. Itulah tidur yang paling nyenyak pernah dirasai dalam bas. Letih amat.

Semenjak peristiwa itu, saya menyimpan pisau lipat dalam beg tangan. Malangnya..pisau itu sangkut ketika perjalanan ke IRAN baru-baru ini. Dah jadi rezki kakak imigresen. Swiss army victorinox knife…
inilah pisau kepunyaan saya yang dah arwah… awas jangan tiru aksi ganas menggunakan pisau ini…


“JANGAN GELAK! LOMPAK!” sepatutnya jadi kenangan ngeri tetapi jadi kenangan kelakar.. wa ka ka…

Guna Ridsect di kampung

sarang kerengge le tu

Dah lama sangat tak guna ridsect atau sebarang racun serangga dalam tin aerosol. Baygon ka apa ka.. asal aerosol. Mungkin sebab utama ialah alahan. Namun, di suatu masa dulu, pantang ada apa saja, itulah senjata utama.

Rumah di kampong ni, kalau dekat nak banjir, semut-semut di tanah akan masuk ke rumah cari tempat perlindungan, takut lemas. Kalau musim kemarau pun sama, mereka masuk buat sarang berlindung dari haba kering. Bukan semut saja yang datang, katak, ular, biawak pun datang, tapi takdelah guna ridsect nak halau katak dan ular.

Orang kampong (sebenarnya saya) guna ridsect untuk halau lipas, sembur sarang semut dalam rumah.. kadang-kadang, kerengga pun datang masuk ramai-ramai dalam rumah tau.. buat apa pun saya tak faham. Saya pun jadi pengguna racun serangga yang eksesif (berlebihan).. sarang semut luar rumah, saya sembur ridsect, kepala ayam luka bersabung penuh ulat pun saya sembur ridsect, konon-konon nak bunuh ulat la.. mana tau, 2 hari selepas itu, ulat mati, ayam pun mati sama…

Sekarang bila dah dekat nak tua ni, rasa dah bertahun tak beli racun aerosol tu, tidakla..nak bagitau ada kesedaran alam sekitar yang sangat tinggi (tinggi la juga) tapi bukan sebab utama la.. mungkin sebab utama ialah jauh dari busut semut, sarang kerengga.
Hakikatnya, saya sangat rindukan kampong halaman. Hanya kenangan yang tersemat. Walaupun kenangan itu hanya bersama setin ridsect.

p.s. – ada satu pepatah Inggeris ciptaan sendiri hasil racun aerosol ni – let baygon be baygon. Let ridsect be ridsect.
(Let bygones be bygones. -Forgive someone for something he or she did in the past)

Nostalgia 2 ; cuti sekolah lagi

Budak-budak zaman sekarang, cuti sekolah, aktiviti di atur mak bapak. Mahal pulak tu aktiviti depa. Aktiviti saya..? penuh imaginasi.

Saya pernah mempunyai perkampungan smurf, di bawah pokok kelapa, di tepi sungai. Perkampungan itu di buat menggunakan kuit kerang yag disusun sebagai bumbung rumah dan batu-batu nipis sebagai dinding. Dibina ditepi sungai dengan harapan, akan ada smurf yang hanyut atau smurf pengembara yang akan singgah di kampong smurf ini.. dan awas juga, takut-takut gargamel pun datang menghantar perisiknya azrael-Seekor kucing hitam comot.

Saya pernah membuat kebun sendiri hasil pengaruh sebuah buku bahasa melayu, 3 sekawan yang menghabiskan masa cuti sekolah dengan berkebun.. mujurlah halaman rumah sangat luas. 3 batas kebun sederhana panjang tidak mencetuskan bebel mak.

Pagi cuti sekolah saya adalah aktiviti mencari sayur untuk Mek Tam, seorang teman anak ayub pengayuh beca yang miskin. Berjalan-jalan keliling kampong mencari sayur kangkung atau sayur yang tumbuh meliar tepi sungai yang agak-agak boleh dimakan, meninjau taut (pancing ikan yang ditahan semalaman) kalau-kalau ada ikan yang sangkut di taut mek tam.. mengutip siput gondang..(ketika itu saya tak tau ia boleh dimakan atau tidak)…

Agak-agak matahari pagi dah muncul, balik rumah sendiri, sarapan. Kemudian keluar lagi naik basikal dengan kawan-kawan keliling kampong, keliling bendang, tepi batas ban.. untung-untung serempak dengan orang menjala ikan, boleh tengok hasil tangkapan. Hampir jam sebelas, sebelum panas, balik semula ke rumah, sebelumnya berjanji, nak berkelah hari ni.

Di rumah, tengok-tengok (je) mak masak tengahbuat apa, kacau apa yang patut, tunggu mak siap masak. Mak sedia bekal untuk berkelah. Nasi taruk atas (lauk letak sekali) satu Tupperware.. jeng jeng jeng.. keluar semula tengah hari rembang ke tempat perkelahan, tepi bendang ke, tepi sungai ke.. atas rumput kat halaman rumah pun jadi.. pesan mak satu ja… – baik-baik, tengok sama takut-takut ada ulaq…

Cuti sekolah dulu memang best. Kita bebas. Bebas bermain. Bebas mencurahkan peluh, mencurahkan buas dan nakal. Kasihan anak-anak sekarang. Terperap saja di rumah terutama anak-anak Bandar. Saya berazam untuk besarkan anak-anak di kampong. Kalau boleh di Kedah. Ada banyak sebab lain kenapa saya pilih Kedah. Salah satunya, suasananya sangat kondusif untuk pendidikan anak.

Nostalgia.. cuti sekolah : Kisah ayam daging.

AYAM DAGING dan aktiviti kegemaran - LEPAK

AYAM DAGING dan aktiviti kegemaran - LEPAK

Pernah tengok ayam daging?

Ada macam-macam jenis ayam wujud kat Malaysia ni.. ayam telur, ayam pencen, ayam kampong, ayam gajah, ayam katik. Ayam telur, semua orang tau ayam yang hanya bertelur saja. Ayam pencen – ayam yang dah pencen dari bertelur la.. biasanya kita jumpa ayam pencen ni hanya setelah ia tak bernyawa di dalam mangkuk sup kita(kerana ia liat dan keras, sesuai dibuat rebusan untuk aneka sup).

Kemudian ayam kampong – biasa lah tu, aktif, asyik bersabung yang jantannya. Betina asyik bertelur sebiji riuh sekampung. Ayam gajah – sejenis ayam kampong jugak tapi saiz besar sikit.. hampir menyamai ayam daging Cuma ia lebih berstamina dan berbulu seperti ayam kampong. Ayam katik – ialah ayam serama.. sekadar pengenalan untuk mereka yang duduk di Bandar tak pernah kenal selain ayam-ayam kfc dan ayam dalam pinggan nasi.

Alkisahnya, mak saya agaknya dah boring membela ayam kampong yang kurus keding, mula membela ayam daging. Dibeli anak-anak ayam daging kat kedai ayam itik serta makanannya di sebelah kedai ah too (tak ingat nama tuan kedai).. mulalah operasi membela ayam.

Sebenarnya matlamat utama mak ialah menyembelih ayam untuk hari raya dan ketika anak-anaknya balik bercuti dari universiti… itulah caranya mak menghargai dan meraikan anak-anaknya. (ketika itu saya hampir tamat sekolah rendah) Operasi membela ayam daging ini tentulah amat memerlukan kerjasama dari tuan teramat mulia datuk Onn. Untuk menyediakan dana permulaan juga membeli dedak ayam khas untuk ayam daging.

Ayam daging mak bukannya reti nak cari makan sendiri dan nak makan biasa-biasa macam ayam-ayam kampong yang lain. Kos membela ayam daging ni boleh tahan juga tinggi.

Bila mula cuti sekolah, saya mula tak keruan kerana tiada aktiviti rutin. Kadang-kadang timbul kebosanan amat, mulalah menjelajah sekitar rumah melawat kawasan. Masa itulah kalau ada ayam-ayam kampong, dikejar, disergah konon-konon buat kawan eksesais..

Tabiat ayam daging ni, kalau disergah dia tak la berapa lari sangat. Jadi hajat hati yang jaki, apalah ayam ni.. asyik lepak je.. meh, hari ni kita jogging sikit.. mulalah sesi menghalau ayam untuk keluarkan peluh (ayam).. pusingan pertama maintain je.. pusingan kedua, dah macam tercungap tak mau lari.. (almaklum, ayam daging memang debab).. masuk pusingan ketiga, yang benar-benar debab dah rest kat tepi jalan.. masa tu nak amik peluk ayam tu pun dia dah tak kisah.. (aku dah penat la…nak buat apa pun buat la..)

Aktiviti ini dibuat kadang-kadang ja.. tetapi terpaksa dihentikan kerana ada di antara ayam-ayam itu yang didapati meninggal..(saya suspect serangan sakit jantung) bila mak bising, saya buat senyap saja… buat-buat tak bersalah.. ampun mak… tak buat dah… dan jangkaan saya memang tepat, bila tiba masa ayam daging mak disembelih, ya Allah, MasyaAllah.. lemak dia.. kulit, celah paha, kat dada… kat jantung.. berselaput lemak… semua kena buang…

Moral of the story, saya pernah bebelkan di musolla KISAS dulu.. kita tak usahlah jadi ayam daging….pilihlah untuk jadi ayam kampong, tahan lasak, aktif dan pandai bawa diri.. kalau jadi ayam daging…umur tak panjang..penyakit jantung suka datang…

Moral of the story dua, kalau nak beranak, tak usahlah beranak sorang saja, kesian anak tu tak ada kawan, berkawan dengan ayam… dalam kes saya, anak mak ramai, Cuma saya terkeluar lambat.. 

What makes a good friend?

What makes a good friend?

* Having equal shares, not one always the leader and the other following.
* Having lots of fun together (if not, you’d better look for another friend!)
* Both of you working at keeping the friendship.
* Giving each other some space. Even best friends need some time to be alone or with other friends, so don’t try to ‘own’ each other.
* Respecting each other’s differences.
* Feeling safe talking to each other about your feelings and problems.
* Trusting each other and looking out for each other.